Reference, Resources, and Service (3 SKS) 09/11/09

Posted: December 4, 2009 in Knowledge


Kualitas suatu perpustakaan dapat dilihat dari layanan reference dan resourcenya.

Topik:

  1. Konsep-konsep layanan reference
  2. Berbagai pengertian layanan-layanan reference
  3. Fungsi reference
  4. Koleksi reference, pustakawan reference, kompetensi yang bersifat profesional, personal, dan bahasa non-verbal
  5. Pertanyaan Reference
  6. Teori-teori reference

Konsep-Konsep Reference Service (Oleh W.A. Katz)

  1. Pustakawan reference sebagai mediator antara sumber informasi dangan pemustaka (user)

Sumber informasi menurut Parker dan Tunley:

  1. Perpustakaan
  2. Buku atau bahan pustaka
  3. Organisasi
  4. Orang/Individu

Mediator yang baik:

  1. Mengumpulkan (to collect), pada saat mengumpulkan koleksi pustakawan akan melakukan seleksi pada sumber informasi.
  2. Mengolah (processing) untuk mempermudah dalam penelusuran informasi.
  3. Mendistribusi (disseminate) lebih cepat lebih baik.
  4. Pelestaraian (Preserve).
  5. Pustakawan reference harus mampu memberikan layanan secara total.

Tahapan layanan (oleh Samuel Rothstein)

  1. Layanan refence yang bersifat konservatif (apa adanya); tidak melayani secara total karena kemampuan pustakawan yang terbatas.
  2. Layanan reference yang moderatif; layanan yang sudah bisa memandu, namun belum total.
  3. Layanan refernce yang liberal; layanan yang telah total atau mencapai validitas informasi kepada user.

Pengertian Layanan Refernce (oleh W.A. Katz)

Berakar dari bagaimana menjawab pertanyaan reference

  1. User – meminta informasi yang dibutuhkan
  2. User – meminta sumber informasi

Deskripsi layanan reference (oleh M. Winchall)

  1. Menyeleksi koleksi reference yang memadai dengan melihat: jenis perpustakaan, penekanan fungsi, siapa mayoritas pengguna
  2. Membuat Index, bibliografi, abstrak, dan buku petunjuk untuk mempermudah kegiatan penelusuran informasi.

–          Index adalah daftar istilah atau item yang disertai lokasi istilaj itu dapat ditemukan.

–          Bibliografi menurut Stephen Gazelee adalah studi menyeluruh yang menyangkut aspek fisik dan intelektual tentang suatu bahan pustaka.

–          Abstrak adalah bentuk pemadatan dari bahan pustaka.

  1. Memberikan pelatihan kepada pustakawan reference yang masih muda sehingga tercipta suatu ‘teamwork’ yang baik.

Kualifikasi pustakawan reference menurut Higgens:

  1. Harus mempunyai pengetahuan umum yang luas

Mempunyai a sense of media.

Cara mempertajam a sense of media menurut W.A. Katz

  1. Harus mampu mengelompokan koleksi reference

–          Direct Source Type

Koleksi reference yang dapat memberikan informasi secara langsung.

Contoh: kamus, Ensiklopedia

–          Indirect Source Type

Koleksi reference yang tidak dapat memberikan informasi secara langsung.

Contoh: katalog, bibliografi, indeks, abstrak

  1. Pustakawan reference harus mengetajui kandungan informasi dari masing-masing jenis koleksi reference.

2.  Harus mampu berkomunikasi secara efektif

1. Menulis

2. Membaca

3. Mendengarkan

4. Berbicara

3.  Harus mempunyai pengetahuan reference tools.

Contoh; abstrak, bibliografi, katalog, dll.

4.  Harus mampu berpikir analitis.

5. Harus mempu menghentikan pada tahapan mana layanan reference harus dihentikan atau dilanjutkan ke pusat informasi lainnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s