KOMUNIKASI ANTARPERSONA 29/04/09

Posted: December 4, 2009 in Knowledge

MENGANALISIS KOMUNIKASI ANTARPERSONA

Komunikasi antarpersona (antarpersona communication) adalah komunikasi antara orang-orang secara tatap-muka, yang memungkinkan setiap pesertanya menangkap reaksi orang lain secara langsung, baik secara verbal ataupun nonverbal, seperti R. Wayne Pace (1979) bahwa “antarpersona communication is communication involving two or more people in a face setting.”

Menurut sifatnya, komunikasi antarpersona dapat dibedakan atas dua macam, yakni Komunikasi Diadik (Dyadic Communication) dan Komunikasi Kelompok Kecil (Small Group Communication)

Komunikasi diadik ialah proses komunikasi yang berlangsung antara dua orang dalam situasi tatap muka. Komunikasi diadik menurut Pace dapat dilakukan dalam tiga bentuk, yakni percakapan, dialog, dan wawancara. Percakapan berlangsung dalam suasana yang bersahabat dan informal. Dialog berlangsung dalam situasi yang lebih intim, lebih dalam, dan lebih personal, sedangkan wawancara sifatnya lebih serius, yakni adanya pihak yang dominan pada posisi bertanya dan yang lainnya pada posisi menjawab.

Komunikasi kelompok kecil ialah proses komunikasi yang berlangsung antara tiga orang atau lebih secara tatap muka, dimana anggota-anggotanya saling berinteraksi satu sama lainnya.

Disini saya akan mencoba meneliti suatu kasus yang berkaitan dengan komunikasi antarpersona dan akan dijabarkan sebagai berikut:

Kasus:

“Fulan” memiliki 2 orang anak, yang pertama, balita 1 tahun yang sedang giat-giatnya melatih diri untuk dapat berjalan, dan yang satunya usia tujuh tahun murid kelas satu sekolah dasar yang sedang “nakal-nakalnya” dan gemas-gemasnya sama adiknya.

Keluarga “Fulan” tinggal disebuah kontrakan yang sederhana dan asri, didepan rumahnya ada selokan yang lumayan dalam dan sumur yang dipakai bersama penghuni kontrakan lainnya (maklum musim kemarau membuat Pompa air tak bekutik) dan jalan yang cukup dilalui oleh satu setengah mobil.

Keluarga ini tidak memiliki pembantu. Dikeluarga “Fulan’ ini orang tua mencoba mendisiplinkan anggota keluarganya (anak) sejak dini antara lain ketika orangtua sedang makan tidak boleh disela/ ganggu. Komunikasi dalam bentuk aturan ini memang cukup efektif, namun kadangkala tetap saja terjadi pelanggaran. Dan biasanya orang tua cukup mengingatkan, seperti “Kakak ingat ya, kalau papah, mamah sedang makan jangan di…..”. si anak sulung langsung menjawab “..Jangan di ganggu mah..pah..”. “Pinter” lanjut orang tuanya.

Demikianlah komunikasi yang dijabarkan dalam bentuk aturan tak tertulis itu berlangsung, hingga suatu waktu ketika keduanya sedang makan dikejutkan oleh suara si sulung sambil terengah-engah masuk ke ruang makan dan berteriak :”Mah… Pah!. Seperti biasa orangtua si bocah berkata: “Ingat pesan mamah dan papah apa”? Si sulung dengan fasihnya menjawab sambil terengah-engah: “Jangan mengganggu mammmah dan papppah waktu makan!”. berkali-kali si sulung menyela orangtuanya seperti itupula jawaban orang tuanya.

Dua puluh menit telah berlalu usailah orang tua si sulung makan, lalu ia menghampiri anaknya yang terlihat tegang. Disapa anaknya dengan lembut :”Nah sekarang coba kaka jelaskan kenapa mengganggu mamah dan papah ketika sedang makan?” Dengan santai dan sopan pula sisulung menjawab :”itu mah, waktu mamah dan papah sedang makan, adik kecebur di sumur depan”. “APAAA” teriak orangtuanya. Dengan rasa tak bersalah, orang tuanya berkata: “Kenapa tidak kakak bilangin dari tadi?” Sianak menjawab: “Kan nggak boleh ngomong sama mamah dan papah”.

Analisis saya mengenai kasus tersebut adalah adanya yang mempengaruhi persepsi, persepsi sendiri memiliki bermacam-macam objek persepsi. Objek persepsi antarpersona adalah manusia. Persepsi terhadap manusia lebih sulit dilakukan daripada objek persepsi yang lain karena banyak faktor.

Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi terhadap orang lain dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu faktor eksternal dan faktor personal. Faktor eksternal adalah petunjuk-petunjuk yang bisa Kita amati. Faktor personal adalah karakteristik dari orang yang memberikan respon pada stimulasi persepsi. Yang termasuk faktor eksternal adalah petunjuk verbal dan petunjuk nonverbal. Sedangkan yang termasuk faktor personal adalah pengalaman, motivasi dan kepribadian

Kesalahan dalam proses persepsi mungkin saja terjadi karena adanya impression management, stereotyping, dan ketidak mampuan seseorang untuk menafsirkan pesan dengan benar.

Hal-hal yang mempengaruhi persepsi:

  1. Budaya
  2. Fisik
  3. Sex
  4. Technology
  5. Konsep Diri

Dalam kasus tersebut budaya yang membentuk manusia sejak kecil dapat mempengaruhi manusia mempersepsi sesuatu. Orang tua dalam kasus tersebut membudayakan kedisiplinan dengan menghambat jalannya komunikasi anak ke orang tua yang mengakibatkan komunikasi tidak dapat berjalan dengan lancar dan menghasilkan sesuatu yang tidak diinginkan.

Seharusnya dalam komunikasi antarpersona anggotanya harus memperhatikan mimik muka dan kelakuan seseorang untuk menghasilkan komunikasi antarpersona yang lebih baik yaitu mempengaruhi dan membujuk seseorang.

Karena pada hakikat dari hubungan antarpersona adalah bahwa ketika berkomunikasi, kita bukan hanya menyampaikan isi pesan, tetapi juga menentukan kadar hubungan antarpersona. Jadi, kita bukan sekedar menentukan content tetapi juga relationship. Pandangan ini merupakan hal baru dan untuk menunjukkan hubungan pesan komunikan ini disebut sebagai metakomunikasi

Dalam hal ini berarti bahwa studi komunikasi antarpersona bergeser dari isi pesan kepada aspek relasional. Aspek relasional inilah yang menjadi unit analisis dari komunikasi antarpersona. Dari segi psikologi komunikasi, kita dapat menyatakan bahwa makin baik hubungan antarpersona, makin terbuka orang untuk mengungkapkan dirinya, makin cermat persepsinya sehingga makin efektif komunikasi itu berlangsung.

Daftar Pustaka

Cangara, Hafied. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: PT RajaGafindo Persada, 2007

Mulyana, Deddy. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2007

http://massofa.wordpress.com/2008/04/16/komunikasi-interpersonal 26/04/2009 12:27 WIB

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s